Bandara Amerika Uji Program PreCheck

TEMPO Interaktif, WASHINGTON - Empat Bandar Udara di Amerika Serikat, Rabu, 6 Oktober 2011, menggelar serangkaian uji coba program pemeriksaan penumpang pesawat yang disebut PreCheck. Dengan program ini diharapkan penumpang tertentu bisa melewati pos-pos pemeriksaan di bandara dengan lebih cepat. Empat bandara itu antara lain di Atlanta, Miami, Dallas, dan Detroit.

"Program ini memungkinkan kami berurusan dengan individu-individu yang kami kami sudah kenal baik," ujar Asisten Pelaksana Dinas Keamanan Transportasi (TSA) Chris McLaughlin. "Pada saat yang sama kami punya banyak tenaga pengawas yang bisa mengurus individu-individu yang kurang kami kenal dan berpotensi mengancam penerbangan."

Uji coba ini melibatkan sejumlah orang yang kerap bepergian secara rutin dengan pesawat (frequent flyer) maskapai Delta Air Lines, American Airline, dan sejumlah anggota kantor Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat. "Hanya penumpang yang memenuhi syarat bisa melewati pemeriksaan lebih cepat," tutur McLaughlin.

Meski begitu, kata McLaughlin, pemeriksaan secara acak dan tidak terduga tetap akan dilakukan di seluruh bandara itu. TSA mengatakan sedang dalam proses menguji program pemeriksaan baru lain, termasuk program verifikasi identifikasi bagi para pilot dan penggunaan metode-metode pendeteksian perilaku yang sudah diperbaiki.

Metro Pakai Paspor Palsu, 6 WN Afganistan Ditangkap

VIVAnews - Enam warga Afganistan ditangkap petugas Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, Jawa Barat, karena kedapatan menggunakan paspor palsu.

Dari hasil pendataan, mereka yang ditangkap adalah Mendi Dokohaki, Mendi, dan Shakihali, pasangan suami istri, Maraghani, Mohammad Reza, dan Aghae, yang juga pasangan suami istri.

"Mereka seluruhnya warga Afganistan," kata Kepala Imigrasi Badara Soekarno Hatta, Dirman Sukardi, Rabu 12 Oktober 2011.

Menurutnya, imigran gelap itu masuk ke Indonesia dengan pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH 713 melalui Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, pada Selasa 11 Oktober 2011 kemarin. 

Kepada petugas, imigran itu mengaku tujuan utamanya bukan Indonesia. Mereka kabur dari negara asalnya karena ingin mencari suaka politik.  Menyusul terjadinya konflik politik dan perang di negara asal mereka. "Indonesia hanya dijadikan sebagai tempat transit."Mereka tidak menyebutkan tujuan akhirnya ke mana," ujarnya.

Indonesia memang masih menjadi tempat singgah imigran gelap beberapa negara di Timur Tengah yang sedang mengalami konflik. Sebelumnya, 44 imigran gelap asal Irak dan Iran juga ditangkap saat hendak menyeberang ke Australia melalui Pantai Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mereka menggunakan tujuh kendaraan yang disewa dari Bogor. Pencari swaka ini berangkat dari sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan. Mereka kemudian dihentikan polisi tepat pukul 00.00 WIB, di depan Polsek Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Dari pemeriksaan hanya 10 orang yang mempunyai paspor. Penangkapan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya Imigrasi Kelas II Sukabumi juga menggagalkan upaya pencari suaka tahun 2010 lalu.

(Laporan: Muhammad Iyus| Tangerang, umi)
• VIVAnews

Merpati Protes Pemenang Tender Angkutan Jamaah Haji Lampung

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung - Maskapai penerbangan PT. Merpati Nusantara Airlines memprotes pemenang tender angkutan calon jemaah haji asal Lampung dari Bandara Radin Intan II Lampung ke Jakarta. Proses tender dinilai tidak transparan dan menyalahi aturan tentang penyediaan barang dan jasa atau Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

“Ada upaya panitia lelang dari Kementerian Agama berupaya memenangkan salah satu pihak. Upaya sanggah banding juga tidak dilayani mereka,” kata Dwi Julian, Representative Distric Merpati Airlines, di Bandar Lampung, Jumat, 7 Oktober 2011.

Dia mengatakan pihaknya sudah berupaya mengajukan sanggah banding karena tidak puas terhadap proses lelang yang memenangkan PT. Aryo Tour and Travel, perusahaan milik Aryodya, anak Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Perusahaan milik anggota Dewan Perwakilan Daerah RI asal Lampung itu memenangkan tender meski nilai penawaran lebih tinggi dari Merpati. Saat tender, kata dia, Merpati mengajukan penawaran lebih rendah, yakni Rp. 1,6 miliar.

Untuk mengangkut 6.334 calon jemaah haji asal Lampung dari Bandara Radin Intan II ke Sukarno Hatta Jakarta pergi pulang (PP), Merpati mengajukan penawaran Rp. 12,068 miliar sedangkan PT Aryo Tour And Travel yang menggandeng Sriwijaya Airlines mengajukan penawaran sebesar Rp. 13,65 miliar. Merpati juga merasa lebih berpengalaman dan memiliki armada yang mencukupi untuk melayani calon jemaah haji asal Lampung. “Kejanggalan itulah yang mendasari kami protes hasil lelang dan akan menempuh jalur hukum jika ada indikasi panitia menghambat upaya sanggah banding,” katanya.

Merpati, kata dia, lebih unggul dari segi teknis dan pengalaman karena sudah menangani transportasi jemaah haji di Mamuju, Sulawesi Barat; Sorong, Papua Barat, dan daerah lain. Lampung membutuhkan transportasi udara untuk mengangkut para calon jemaah haji dari Bandara Radin Intan II ke Jakarta setelah Bandara Radin Intan II ditetapkan sebagai embarkasi antara. Itu membuat para calon jemaah haji asal Lampung tidak lagi masuk ke asrama haji di Jakarta sebelum terbang ke Tanah Suci.

Sementara itu menanggapi protes dari Merpati, Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung tetap kukuh menyatakan Aryo Tour and Travel sebagai pemenang. Mereka tetap akan menggunakan jasa perusahaan itu untuk mengangkut calon jemaah haji mulai 9 Oktober nanti.

“Itu hak mereka melakukan protes. Kami tetap memberangkatkan jemaah dengan perusahaan pemenang tender sesuai jadwal,” kata Istituningsih, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung.

Pesawat Jatuh di PNG, Pilot Selamat Tapi 28 Orang Tewas

Port Moresby - Seorang pilot dan tiga orang lainnya selamat dalam kecelakaan pesawat di Papua New Guinea (PNG). Sementara 28 orang lainnya tewas di tempat kejadian.

Pesawat Dash 8 milik maskapai PNG, Airlines PNG tersebut jatuh ke kawasan hutan lebat di dekat Sungai Gogol, sekitar 20 kilometer sebelah selatan kota wisata Madang, PNG. Pesawat yang mengangkut 32 orang itu tengah dalam perjalanan dari Lae, kota terbesar kedua di PNG menuju Madang ketika jatuh pada Kamis, 13 Oktober sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Warga desa dekat lokasi jatuhnya pesawat menemukan empat orang yang selamat termasuk seorang pilot asal Australia dan seorang kopilot asal Selandia Baru.

"Airlines PNG dan otoritas setempat telah menyampaikan bahwa ada 28 penumpang dan 4 kru di pesawat. Mereka tahu bahwa empat orang selamat dari kecelakaan, termasuk satu pilot Australia dan satu pilot Selandia Baru," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Australia seperti dilansir News.com.au, Jumat (14/10/2011).

Keempat orang yang selamat itu tidak mengalami luka parah. Sementara seluruh korban yang meninggal berkebangsaan PNG.

Menurut saksi mata, pesawat tersebut jatuh saat terjadi badai dan langsung terbakar begitu menghujam bumi. Peristiwa ini masih diselidiki.

sumber detiknews


Serikat Karyawan Prihatin Nasib Merpati

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keprihatinan terhadap nasib Merpati Nusantara Airlines datang dari serikat pekerjanya. Ketua Badan Pertimbangan Serikat Karyawan (Sekar) Merpati, Aries Munandar menyatakan rasa sedihnya dengan embargo yang terjadi pada maskapai ini.
"Sangat prihatin tentunya dengan kejadian ini, dan sangat disayangkan embargo ini sampai terjadi karena tentunya para pelanggan Merpati pada rute tertentu lah yang menjadi korban atas kejadian ini," kata Aries dalam pesan BBM-nya kepada tribunnews.com di Jakarta, Minggu (16/10/2011).
Meski demikian jelasnya, dia memahami, kenapa sikap tegas ini harus diambil oleh Pertamina yang nota bene sebagai sesama BUMN. "Pastinya sudah ada komunikasi sebelumnya terkait hal ini semua, apalagi semua kan dalam kerangka bisnis to bisnis," ujarnya.
Dia berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan  agar ke depannya manajemen Merpati bisa mendapatkan kepercayaan lagi dari Pertamina. "Toh dalam kerangka business to business semua bisa dinegosiasikan, intinya agar saling memenuhi kewajiban dan hak nya masing-masing, sehingga operasional lancar dan pelayanan kepada pelanggan lebih terjamin," pungkas Aries.

Saratoga Resmi Kempit 51 Persen Saham Mandala Airlines

JAKARTA, KOMPAS.com — Saratoga Group akhirnya menjadi pemegang saham mayoritas Mandala Airlines. Kepemilikan Saratoga Group sebesar 51 persen resmi setelah penandatanganan dokumen perjanjian jual beli bersyarat, Jumat (23/9/2011).
Selain Saratoga, Tiger Airways juga menjadi pemegang saham baru Mandala Airlines dengan kepemilikan sebesar 33 persen. Sementara sisanya dimiliki oleh kreditor konkuren dan pemegang saham lama.
"Kami senang sekali dengan finalisasi dokumen-dokumen transaksi ini dan berharap agar Mandala dapat segera beroperasi kembali," ujar salah satu pendiri Saratoga Group, Sandiaga Uno, dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/9/2011).
Dengan penandatanganan perjanjian tersebut, penyelesaian restrukturisasi Mandala kian dekat. Sekadar catatan, Mandala Airlines telah menjalani masa uji tuntas selama lima bulan. Mandala masih harus melengkapi lagi sejumlah persyaratan transaksi yang diperlukan. Termasuk persetujuan pemerintah agar Mandala dapat segera terbang kembali. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar 90 hari sebelum beroperasi.
"Kami berharap tetap mendapat dukungan pemerintah sehingga rencana Mandala dapat terbang kembali bisa terwujud secepatnya,” ujar Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin Udara Diono Nurjadin.
Diono menambahkan, pasca-beralihnya kepemilikan Mandala, perseroan akan menerapkan model bisnis dari Tiger Airways Group. Mandala Airlines nantinya menawarkan perjalanan biaya murah ke tujuan internasional dan domestik dalam jangkauan lima jam penerbangan. Adapun jenis pesawat yang akan dipakai pasca-restrukturisasi adalah Airbus A320. (Astri Karina Bangu/Kontan)

Kejaksaan akan Minta Keterangan Ahli Terkait Kasus Merpati

Jakarta - Penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat Boeing 737 oleh PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) masih terus digenjot. Jaksa penyidik pada bagian Pidana Khusus Kejagung akan meminta keterangan ahli hukum pidana sebagai saksi.

"Tim penyidik akan memeriksa (saksi) ahli. Sepertinya yang diagendakan itu dari akademisi," ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Andhi Nirwanto kepada wartawan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2011).

Menurut Andhi, pemeriksaan saksi ahli ini sangat diperlukan jaksa dalam rangka penyidikan. Namun sayangnya, Andhi enggan menyebutkan lebih detail soal siapa saja saksi ahli yang akan dipanggil. Andhi juga mengaku belum tahu kapan saksi ahli tersebut akan dipanggil jaksa penyidik.

"Nantilah, belum tahu," dalihnya.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan dua tersangka, yakni eks Dirut Merpati Hotasi Nababan dan eks Direktur Keuangan Merpati Guntur Aradea. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Agustus 2011 lalu.

Kejaksaan telah melakukan pemeriksaan atas dua tersangka pada September 2011 lalu. Dari pemeriksaan para tersangka terungkap bahwa keputusan penyewaan pesawat pada perusahaan Amerika Serikat (AS), Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) dilakukan demi menghindari eksodus besar-besaran pilot Merpati kala itu. Tidak ada pilihan lain selain menyewa pesawat daripada membeli,

Kasus ini terjadi pada 2006 ketika Direksi PT MNA memutuskan menyewa dua pesawat Boeing 737 dari perusahaan TALG di AS, senilai US$ 500 ribu untuk setiap pesawat. Uang sewa sebesar US$ 1 juta telah ditransfer ke rekening Hume & Associates, lawyer yang ditunjuk TALG, melalui transfer Bank Mandiri. Namun, hingga kini pesawat tersebut tak kunjung diterima PT MNA.

Diduga ada penyimpangan dalam proses penyewaannya. Kejagung pun melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah mantan anggota Direksi PT MNA. Mereka adalah Hotasi Nababan (Dirut MNA 2002-2007), Cucuk Suryo Suprojo (pelaksana tugas Dirut MNA 2008) dan Sardjono Jhoni Tjitrokusumo (Presdir MNA 2010).
sumber ; detiknews

JUDUL POSTINGAN

Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur

 Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sekto...