TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Keprihatinan terhadap nasib Merpati Nusantara Airlines datang dari
serikat pekerjanya. Ketua Badan Pertimbangan Serikat Karyawan (Sekar)
Merpati, Aries Munandar menyatakan rasa sedihnya dengan embargo yang
terjadi pada maskapai ini.
"Sangat prihatin tentunya dengan
kejadian ini, dan sangat disayangkan embargo ini sampai terjadi karena
tentunya para pelanggan Merpati pada rute tertentu lah yang menjadi
korban atas kejadian ini," kata Aries dalam pesan BBM-nya kepada
tribunnews.com di Jakarta, Minggu (16/10/2011).
Meski demikian
jelasnya, dia memahami, kenapa sikap tegas ini harus diambil oleh
Pertamina yang nota bene sebagai sesama BUMN. "Pastinya sudah ada
komunikasi sebelumnya terkait hal ini semua, apalagi semua kan dalam
kerangka bisnis to bisnis," ujarnya.
Dia berharap kejadian ini
tidak terulang kembali dan agar ke depannya manajemen Merpati bisa
mendapatkan kepercayaan lagi dari Pertamina. "Toh dalam kerangka
business to business semua bisa dinegosiasikan, intinya agar saling
memenuhi kewajiban dan hak nya masing-masing, sehingga operasional
lancar dan pelayanan kepada pelanggan lebih terjamin," pungkas Aries.
info menarik seputar sejarah penerbangan dan bandara di indonesia dan luar negeri
JUDUL POSTINGAN
Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur
Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sekto...
-
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Terletak d...
-
Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sekto...
-
Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa kolonial Belanda. Pada tahun 1930, p...