BANDARA KEMAYORAN JAKARTA


 
Menelisik perjalanan sejarah bekas Bandara kemayoran di Jakarta, kita bisa melihat dari kacamata sejarah tentang berdirinya Bandara kemayoran di Jakarta dari beberpa sumber daftar pustaka yang telah banyak mencatat. Bahwa Bandara Kemayoran pernah menjadi Bandara Penerbangan Internasional pertama di Indonesia.
Bukti sejarah Bandara Kemayoran yang dibangun pada tahun 1934,Secara resmi dibuka pada tanggal 8 Juli 1940, meski tercatat pada tanggal 6 Juli 1940 bandara udara kemayoran sudah mulai beroperasi dengan pesawat udara pertama yang mendarat jenis DC- 3 Dakota milik perusahan penerbangan Hindia Belanda, KNILM ( Koningkelije Nederlends Indische Luchvaart Maatschapii) yang diterbangkan dari lapangan udara Tjililitan (sekarang Halim Perdanakusuma). Tercatat pesawat ini beropersi di Kemayoran sampai masa berakhirnya masa operasi.

Bandar udara dengan kode JKT mulai berhenti beroperasi pada tanggal 1 Januari 1983, dan resmi berhenti beroperasi pada tanggal 1 Juni 1984. Sedangkan sejak tahun 1975 penerbangan internasional untuk  sementara di alihkan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Masuknya masa penjajahan Jepang pada tahun 1942 -1945 yang berlanjut masa pemerintahan NICA Belanda hingga akhirnya dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950. Dan pada akhirnya  pada tahun 1958 (Djawatan Penerbangan Sipil) kemudain di serahkannya Bandara Kemayoran untuk dikelola oleh sebuah Perusahanan Negara "Angkasa Pura" Kemayoran pada tahun 1960. Dan pengelolaan Bandara Kemayoran yang dilakukan oleh BMUN berganti nama menjadi "Perum Angkasa Pura I" hingga akhir operasinya Bandara Kemayoran pada tahun 1984.


Pada masa Pemerintahan Belanda 1940-1942 Bandara Kemayoran dikelola menjadi Bandar Udara Internasional. Dan pengelolaannya dipercaya oleh KNILM oleh pemerintah Belanda sampai pada masa penjajahan Jepang. Dua hari sebelum peresmian pada tanggal 6 Juli 1940,  pesawat pertama yang mendarat adalah DC-3 milik KNILM yang diterbangkan dari lapangan udara Tjililitan (sekarang Halim Perdanakusuma).

Pesawat yang berjenis DC-3 berregristrasi PK-AJW juga yang pertama bertolak dari Bandara Kemayoran menuju Australia sehari kemudian. Pada hari peresmiannya KNILM menggelar beberapa pesawat miliknya. Di Apron terdapat pesawat DC-2 Univer, DC-3 Dakota, Foker F -VIIb 3m, Grumman G-21 Goose, de Havilland, DH-89  Dragon Rapid, dan Lockheed L-14 Super Electra. Dan sekitar dua bulan kemudian KNILM mendatangkan pesawat baru seperti Douglas DC-5 dan Sikorsky S-43 Babby Clipper.

Perjalanan dan perkembangan Bandara Kemayoran memasuki masa fase-fase bersejarah Indonesia dari masa pemerintahan Hindia Belanda, pendudkan Jepang hingga memasuki masa kemerdekaan Indonesia, terutama sekali dalam dunia penerbangan, mulai dari pesawat-pesawat sipil hingga pesawat militer bermesin piston, propeler, hingga turbojet pernah mendarat di Bandara Kemayoran.

Pesawat-pesawat yang pernah mendarat di lapangan udara Bandara kemayoran dari

  1. Pesawat jenis Fokker F-VIIb-3 dengan mesin torak, 
  2. Fokker Freindship dengan mesin turbo hingga Fokker F-28 yang bermesin jet,
  3.  Jenis pesawat DC-3 Dakota, 
  4. Pesawat berbadan lebar generasi awal seperti Boeing 747 seri 200,
  5. Jenis pesawat DC-10, dan
  6. Airbus A-300.
Dan pesawat-pesawat militer yang oernah mendarat di lapangan udara Bandara Kemayoran antara lain  :
  1. Jenis Pesawat Glenn Martin B-10 dan B-12,
  2. Jenis pesawat Koolhoven FK51,
  3. Jenis pesawat Brewster F-2 Buffalo,
  4. Jenis pesawat Lochkeed L-18 Lodestar,
  5. Jenis pesawat Curtless F-36 Hawk,
  6. Jenis pesawat Fakker CX, dan
  7. Jenis pesawat Boeing B-17 Flying Fortress.

Tidak luput dalam catatan sejarah liputan peristiwa kejadian kelam yang kami dapatkan dari beberapa sumber berita media bahwa dalam dunia penerbangan di Bandara Kemayoran. Antara lain pesawat jenis Beechcraft pernah mengalami kecelakaan pada saat menandarat di Bandara Kemayoran, kemudian pesawat jenis Convair340 yang mendarat tanpa roda, pesawat jenis DC-3 yang terbakar, dan pesawat jenis DC-9 yang mengalami patah badan ketika mendarat di landasan pacu, pesawat jenis Fokker F-27 pada saat tinggal landas menukik dan membelok kebawah hingga hancur terbakar pada saat penerbangan latihan. Dan tercatat pula dalam dunia penerbangan dari Bandara Kemayoran sebuah pesawat yang pernah tinggal landas dari bandara ini namun tidak pernah kembali pulang.

Beberapa catatan sejarah yang kami himpun dari beberapa sumber daftar pustaka dan media oleh beberapa team perumus yang memprakarsi berdirinya Museum Nasional Bandara Kemayoran Jakarta untuk berbagi informasi pengetahuan.

Semoga semua cerita dan informasi yang tercatat dalam sejarah ini dapat diabadikan dalam sebuah ornamen dan diorama di sebuah Museum untuk dapat di ketahui oleh masyarakat umum dan sebagai objek wisata yang memberikan pembelajaran yang memuat nilai sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Lahirnya suatu ide gagasan yang berkembang pada cita-cita luhur dari beberapa anak bangsa Indonesia  yang tergabung dalam Team Perumus untuk ikut andil dalam mewujudkan program pemerintah Indoensia dalam melestarikan sebuah aset bernilai sejarah bangsa Indonesia ini, maka melalui media sosial website blog inilah setiap langkah dan usaha kami untuk diketahui oleh para generasi anak bangsa Indonesia.

Sejarah Singkat Garuda Indonesia

 Seiring semakin meningkatnya permintaan jasa industri penerbangan, Perusahaan terus mengembangkan jaringan penerbangan hingga ke kota-kota pertumbuhan ekonomi dan wisata baru di wilayah Barat dan Timur Indonesia. Sejarah penerbangan komersial Indonesia dimulai saat bangsa Indonesia sedang mempertahankan kemerdekaannya. Penerbangan komersial pertama menggunakan pesawat DC-3 Dakota dengan registrasi RI 001 dari Calcutta ke Rangoon dan diberi nama “Indonesian Airways” dilakukan pada 26 Januari 1949. Pada tahun yang sama, 28 Desember 1949, pesawat tipe Douglas DC-3 Dakota dengan registrasi PK-DPD dan sudah dicat dengan logo “Garuda Indonesian Airways”, terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno. Inilah penerbangan yang pertama kali dengan nama Garuda Indonesian Airways. Setahun kemudian, 1950, Garuda Indonesia resmi menjadi Perusahaan Negara. Pada masa itu, Perusahaan memiliki 38 buah pesawat yang terdiri dari 22 jenis DC-3, 8 pesawat Laut Catalina, dan 8 pesawat jenis Convair 240. Armada Perusahaan terus berkembang, dimana untuk pertama kalinya Garuda Indonesia membawa penumpang jamaah Haji ke Mekkah pada tahun 1956. Perjalanan terbang ke kawasan Eropa dimulai Garuda Indonesia pada tahun 1965 dengan tujuan akhir di Amsterdam.

Tahun 1980 Sepanjang tahun 1980-an, Garuda Indonesia melakukan revitalisasi dan restrukturisasi berskala besar untuk operasi dan armadanya. Hal ini mendorong perusahaan untuk mengembangkan program pelatihan yang komprehensif untuk awak kabin dan awak darat Garuda Indonesia dan mendirikan fasilitas pelatihan khusus di Jakarta Barat dengan nama Garuda Indonesia Training Center.

Tahun 1990 Armada Garuda Indonesia dan kegiatan operasionalnya mengalami revitalisasidan restrukturisasi besar-besarandi sepanjang tahun 1980-an. Hal ini menuntut Perusahaan merancang pelatihan yang menyeluruh bagi karyawannya dan mendorong Perusahaan mendirikan Pusat Pelatihan Karyawan, Garuda Indonesia Training Center di Jakarta Barat.

Tahun 2000 Seiring dengan upaya pengembangan usaha, di awal tahun 2005, Garuda Indonesia memiliki tim manajemen baru, yang kemudian membuat perencanaan baru bagi masa depan Perusahaan. Manajemen baru Garuda Indonesia melakukan evaluasi ulang dan restrukturisasi Perusahaan secara menyeluruh dengan tujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional, membangun kembali kekuatan keuangan yang mencakup keberhasilan Perusahaan dalam menyelesaikan restrukturisasi utang, menambah tingkat kesadaran para karyawan dalam memahami pelanggan, dan yang terpenting memperbarui dan membangkitkan semangat karyawan Garuda Indonesia.

Tahun 2010 Penyelesaian seluruh restrukturisasi utang Perusahaan mengantarkan Garuda Indonesia siap untuk mencatatkan sahamnya ke publik pada 11 Februari 2011. Perusahaan resmi menjadi perusahaan publik setelah penawaran umum perdana atas 6.335.738.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Februari 2011 dengan kode GIAA. Salah satu tonggak sejarah penting ini dilakukan setelah Perusahaan menyelesaikan transformasi bisnisnya melalu kerja keras serta dedikasi berbagai pihak. Per 31 Desember 2013, struktur kepemilikan saham Garuda Indonesia sebagai emiten dan Perusahaan publik adalah Negara Republik Indonesia (69,14%), karyawan (0,4%), investor domestik (24,34%), dan investor internasional (6,12%).

Untuk mendukung kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia memiliki 5 (lima) Entitas Anak yang fokus pada produk/jasa pendukung bisnis Perusahaan induk, yaitu PT Abacus Distribution Systems Indonesia, PT Aero Wisata, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT Aero Systems Indonesia, dan PT Citilink Indonesia. Dalam menjalani kegiatan operasionalnya, Perusahaan didukung oleh 7.861 orang karyawan, termasuk 2.010 orang siswa yang tersebar di Kantor Pusat dan Kantor Cabang.

Garuda Indonesia, pada Januari 2015, mengoperasikan 134 pesawat yang terdiri dari 2 pesawat Boeing 747-400, 11 pesawat Airbus A330-300, 11 pesawat Airbus A330-200, 5 pesawat Boeing 737 Classic (seri 300/500), 76 pesawat Boeing 737-800NG, 15 pesawat CRJ1000 NextGen, 8 pesawat ATR72-600, 6 pesawat Boeing 777-300ER, dan 30 pesawat Citilink yang terdiri dari 24 pesawat Airbus A320-200, 5 pesawat Boeing 737-300 serta 1 pesawat Boeing 737-400.

Menghadirkan standar baru kualitas layanan dalam industri air travel, Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan ke 64 destinasi pilihan yang terdiri dari 44 kota di area domestik dan 20 kota di area internasional.

Selain melayani penerbangan di rute-rute tujuan yang dioperasikan, saat ini Garuda Indonesia juga melaksanakan perjanjian “code share” dengan 14 maskapai internasional.

Selain itu, pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia secara resmi bergabung dengan aliansi global, SkyTeam, sebagai bagian dari program perluasan jaringan internasionalnya. Dengan bergabung bersama SkyTeam, penumpang Garuda Indonesia kini dapat terbang ke 1.064 tujuan di 178 negara yang dilayani oleh semua maskapai anggota SkyTeam dengan lebih dari 15.700 penerbangan per hari dan akses ke 564 lounge di seluruh dunia.

Sebagai bagian dari upaya Perusahaan untuk terus meningkatkan layanan kepada pengguna jasa, Garuda Indonesia memperkenalkan layanan khas “Garuda Indonesia Experience”, yang menghadirkan kerahmahtamahan, budaya, dan segala hal terbaik dari Indonesia melalui kelima panca indera, yaitu sight, sound, taste, scent, dan touch, untuk diimplementasikan dalam layanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight, dan post-journey.

Garuda Indonesia juga merupakan salah satu maskapai yang terdaftar sebagai IATA Operational Safety Audit (IOSA) Operator dan menerapkan standar kemanan dan keselamatan yang setara dengan maskapai internasional besar anggota IATA lainnya. Garuda Indonesia menerima sertifikat IOSA pada tahun 2008 lalu.

Sukhoi SSJ 100 Mencatatkan Sejarah Kelam di Indonesia

Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) Jakarta - Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100)menggoreskan catatan kelam dalam sejarah penerbangannya. Dalam penerbangan 'promosinya' di Indonesia, SSJ 100 bernasib cukup naas.

Kepala SAR menduga Pesawat pabrikan Rusia yang membawa 50 orang tersebut jatuh di wilayah Gunung Salak, Jawa Barat. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian.

 Dari data-data yang dihimpun detikFinance, Kamis (10/5/2012), SSJ 100 adalah pesawat jarak jauh dengan kemampuan regional dimana berkapasitas kurang lebih 100 penumpang. SSJ 100 dikembangkan sekaligus didesain serta diproduksi Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC) yang bekerjasama dengan Alinea Aeronautica.

 Sukhoi Civil Aircraft Company merupakan anak usaha dari United Aviation Corporation yang memproduksi pesawat sipil.

 Siapa yang tak kenal Sukhoi? Unit militernya Sukhoi sudah sangat terkenal dengan pesawat tempur yang memiliki kemampuan bermanuvernya. RI sendiri telah memiliki beberapa pesawat tempur produksi Sukhoi.

 Bagaimana rekam jejak pesawat penumpang? Ya melalui pesawat SSJ 100 inilah pabrikan Rusia itu berharap banyak. SSJ 100 elah berhasil menjalani penerbangan perdananya pada Mei 2008. Pesawat ini mempunyai kemampuan kecepatan terbang maksimum 0.81 kecepatan suara (Mach 0.81) dan mencapai ketinggian 40.000 feet.

SSJ 100 dapat beroperasi (take off and landing) di bandara yang memiliki panjang landasan 1.731 meter (versi basic range) dan sampai 2.052 meter (versi long range).

Pada Februari 2011 lalu SSJ 100 telah meraih Sertifikat Type (Type Certification) dari Otoritas Sertifikasi Rusia (the Russian Certification Authority IAC AR) dan diharapkan sertifikasi dari Otoritas Penerbangan Uni Eropa (EASA) akan diperoleh pada 2011 ini. Produksi pertama SSJ 100 telah diserahkan pada 19April 2011 kepada Armavia Airline, satu perusahaan penerbangan sipil di Armenia

Hal tersebut menarik minat maskapai swasta nasional, PT Sky Aviation. Sky Aviation berencana memperkuat armadanya dengan membeli 12 pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ 100) senilai US$ 380,4 SCAC.

 "Kami sangat berharap pesawat bisa diterima pada 17 Agustus 2012. Kami telah mempersiapkan sejumlah rute baik domestik, maupun rute regional Internasional untuk pengoperasian pesawat SSJ 100," jelas Direktur Utama Sky Aviation Krisman Tarigan di Jakarta, akhir tahun 2011 lalu.

 Rencananya pesawat SSJ 100 akan dioperasikan di rute-rute merata di Indonesia Bagian Barat (Sumatera dan Jawa), Indonesia Bagian Tengah (Kalimantan,Sulawesi, Bali dan NTT) serta Indonesia Bagian Timur (Maluku dan Papua).

 "Dengan Armada SSJ 100, Sky Aviation akan membuka rute-rute penerbangan antar kota di Kalimantan yang selama ini tidak dilayani serta siap melayani masyarakat di pulau-pulau Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua. Selain pesawat SSJ 100, kami juga akan menambah armada dengan pesawat Sky Lander (kapasitas 19 penumpang) sebanyak 10 buah," tambahnya.

Sky Aviation merupakan salah satu unit Group Petroneks Energy adalah perusahaan penerbangan yang relatif baru, mengantongi AOC 135 -144 dari Kementerian Perhubungan pada 14 Mei 2009 dan Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal pada 8 Maret 2010.

 Presiden Sukhoi Civil Aircraft Company, Vladimir Prisyazhnyuk mengungkapkan kegembiraannya dapat bekerja sama dengan Sky Aviation.

 "Performa dari Sukhoi Superjet 100 akan mendukung pengembangan network-rute Sky Aviation. Kami optimistis pesawat bisa dikirim pada Agustus 2012," kata Dia.

 Di Indonesia, ada dua maskapai yang telah menjalin kerjasama dengan SCAC yakni Kartika Airlines dan PT Merukh Ama Coal sebagai pemilik PT Dirgantara Air Service dan PT Sabang Merauke Air Charter (SMAC).

 Namun di awal penerbangannya, SSJ 100 mencatatkan sejarah buruk dengan kejadiaan naas. Pesawat tersebut hilang kontak setelah 21 menit terbang dari Lanud Halim Perdanakusumah dalam rangka penerbangan promosinya.

 SSJ 100 yang diduga jatuh ini membuat seluruh media baik lokal maupun internasional menyorot tajam. Kejadian ini merupakan kejadian terparah SSJ 100.

 Berdasarkan catatan Russia Today, Rabu (9/5/2012), terdapat beberapa insiden yang menyertai pengoperasian pesawat buatan Rusia ini. Insiden yang terjadi hanyalah insiden kecil. Tidak ada satu pun insiden yang mengakibatkan cedera atau kematian penumpang di dalamnya.

 Berikut ini insiden-insiden yang dialami Sukhoi Superjet 100:

 1. 6 Mei 2012, SSJ-100 keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Kazan, Rusia.

2. 16 Maret 2012, pesawat jet harus putar balik dan kembali ke Moskow selama penerbangan ke Astrakhan setelah kru menemukan landing gear tak bisa digunakan sepenuhnya.

3. 25 Desember 2011, penerbangan SSJ-95, yang merupakan modifikasi superjet, dari Minsk, Belarusia, dibatalkan karena kegagalan landing gear. Pesawat lantas kembali ke Moskow tanpa penumpang.

 Sedangkan kasus terbaru adalah hilang kontaknya pesawat superjet ini di sekitar Bogor, Jawa Barat pada Rabu sore (9/5/2012), pukul 14.33 WIB. Ada 50 orang di atas pesawat tersebut, di mana 8 orang merupakan warga negara Rusia.

 Menurut mantan pilot penguji dari Rusia, Magomed Tolboev, sebagian wilayah Jakarta memiliki medan yang berat. Tolboev sebelumnya pernah terbang di wilayah ini.

 "Ada medan dengan gunung setinggi 6.158 kaki. Ini sulit sekali," ucapnya kepada Russia Today.

 "Pilot seharusnya bisa melihat gunung karena pesawat ini sangat modern. Pesawat ini dilengkapi dengan peralatan penerbangan terkini," imbuh Tolboev.

 Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang di kawasan Gunung Salak, Bogor, Rabu (9/05/2012) diduga jatuh di kawasan Kawah Ratu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Hal itu berdasarkan titik koordinat terakhir pukul 14.33 sebelum akhirnya pesawat lost kontak dengan ATC Bandara Halim Perdakusuma.

 Kepala SAR Jakarta Ketut Parwa menjelaskan, meskipun titik koordinat terakhir pesawat sudah diketahui, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah pesawat berpenumpang 40 orang itu jatuh di posisi tersebut.

 

sejarah singkat Sukhoi Superjet 100 dari Rusia

Info Terbaru Hilangnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 saat Joy Flight

                                                    Gambar ilustrasi Sukhoi Superjet 100

Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Di Tanjung Pinang

Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Merupakan salah satu bandara yang ada di indonesia yang terletak di Kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau. Bandara ini dulunya dikenal dengan nama Bandara Kijang. Pada awalnya Bandara ini merupakan Asset Negara yang dikelola oleh Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima No. AU/837/UM.147/2000 danNo.BA.DU002/KU.207.1/2000-AP-II Tahun 2000, dinyatakan bahwa pengoperasian

Bandara Kijang Tanjungpinang diserahkan kepada PT (Persero) Angkasa Pura II. Pada tanggal 12 April 2008, nama Bandara Kijang secara resmi diganti menjadi Bandara Raja Haji Fisabilillah.

Peresmian nama Bandara Raja Haji FIsabilillah tersebut dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI Jusman Syafii Djamal yang secara simbolis ditandai dengan pemencetan tombol sirine dan penandatanganan batu prasasti dengan disaksikan oleh Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, Wagub Kepri H.M. Sani, Ketua DPRD H.M. Nur Syafriadi dan para pejabat daerah lainnya. Pemilihan nama bandara tersebut dilakukan karena Raja Haji Fisabilillah (RHF) merupakan pahlawan nasional yang juga memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana.

Sekilas Tentang PT Angkasa Pura II (Persero) Angkasa Pura II merupakan perusahaan pengelola jasa kebandarudaraan dan pelayanan lalu lintas udara yang telah melakukan aktivitas pelayanan jasa penerbangan dan jasa penunjang bandara di kawasan Barat Indonesia sejak tahun 1984. Pada awal berdirinya, 13 Agustus 1984, Angkasa Pura II bernama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang bertugas mengelola dan mengusahakan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng (kini bernama Bandara Internasional Soekarno-Hatta) dan Bandara Halim Perdanakusuma. Tanggal 19 Mei 1986 berubah menjadi Perum Angkasa Pura II dan selanjutnya tanggal 2 Januari 1993, resmi menjadi PT Angkasa Pura II (Persero).

Saat ini Angkasa Pura II mengelola 12 bandara utama di kawasan Barat Indonesia, yaitu :

1. Soekarno-Hatta (Tangerang)

2. Halim Perdanakusuma (Jakarta)

3. Polonia (Medan)

4. Supadio (Pontianak)

5. Minangkabau (Ketaping), dulunya Tabing

6. Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)

7. Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)

8. Husein Sastranegara (Bandung)

9. Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh)

10. Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), dulunya Kijang

11. Sultan Thaha (Jambi)

12. Depati Amir (Pangkal Pinang)

 

Pemutakhiran Terakhir (Senin, 24 Januari 2011 09:42)

 

Nama Bandara di Indonesia

Nama Bandara ( Penerbangan) Internasional maupun domestik di Indonesia

Melihat kedatangan dan keberangkatan (Penerbangan ) hari ini di 5 bandara terbesar di Indonesia
Soekarno Hatta - Jakarta
Kedatangan dan Keberangkatan hari ini
Sultan Hasanuddin Makassar
Kedatangan dan Keberangkatan hari ini   serta Jadual Minggu ini (Keberangkatan dan Kedatangan).
Ngurah Rai – Denpasar Bali
Kedatangan dan Keberangkatan serta jadual Minggu ini
Juanda Surabaya  Jawa Timur
Kedatangan dan Keberangkatan
Polonia Medan Sumatera Utara
Kedatangan dan Keberangkatan
Bandara Internasional
Sumatera
BTJ – Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh
MES – Bandar Udara Polonia, Medan
BTH – Bandar Udara Hang Nadim, Batam
TNJ – Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang
PKU – Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
PDG – Bandar Udara Minangkabau, Padang
PLM – Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
DJB – Bandar Udara Sutan Taha, Jambi
BKS – Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu
TKG – Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung
Jawa
CGK – Bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten. Singkatan CGK merujuk kepada Cengkareng
HLP – Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta
SUB – Bandar Udara Juanda, Surabaya
SOC – Bandar Udara Adisumarmo, Solo
JOG – Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta
SRG – Bandar Udara Achmad Yani, Semarang
BDO – Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung
Bali dan Nusa Tenggara
DPS – Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar
AMI – Bandar Udara Selaparang, Mataram
KOE – Bandar Udara El Tari, Kupang
Kalimantan
BPN – Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan
PNK – Bandar Udara Supadio, Pontianak
TRK – Bandar Udara Juwata, Tarakan
Sulawesi
UPG – Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar
MDC – Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado
Maluku
AMQ – Bandar Udara Pattimura, Ambon
Papua
DJJ – Bandar Udara Sentani, Jayapura
BIK – Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak
TIM – Bandar Udara Mozes Kilangin, Tembagapura
MKQ – Bandar Udara Mopah, Merauke
Ket: Bandar udara internasional memiliki 2 jenis penerbangan, yaitu penerbangan internasional dan penerbangan Domestik
Bandara Domestik.
Sumatera
SBG – Bandar Udara Maimun Saleh, Sabang
LSX – Bandar Udara Lhok Sukon, Aceh Utara
LSW – Bandar Udara Malikus Saleh, Lhokseumawe
MEQ – Bandar Udara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya
TPK – Bandar Udara Teuku Cut Ali, Tapaktuan
SKL – Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Singkil
SNB – Bandar Udara Lasikin, Sinabang
SIW – Bandar Udara Sibisa, Toba Samosir
SQT – Bandar Udara Silangit, Siborong-borong
SIX – Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga
AEG – Bandar Udara Aek Godang, Padang Sidempuan
GNS – Bandar Udara Binaka, Gunung Sitoli
LSE – Bandar Udara Lasondre, Pulau-pulau Batu
DUM – Bandar Udara Pinang Kampai, Dumai
SEQ – Bandar Udara Sungai Pakning, Bengkalis
PPR – Bandar Udara Pasir Pengaraian, Pasir Pengaraian
SIQ – Bandar Udara Dabo, Singkep
RGT – Bandar Udara Japura, Rengat
TJB – Bandar Udara Sei Bati, Karimun
NTX – Bandar Udara Ranai, Natuna
MWK – Bandar Udara Matak, Pal Matak
RKO – Bandar Udara Rokot, Sipura
DJB – Bandar Udara Sultan Thaha Syarifuddin, Jambi
KRC – Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci
BKS – Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu
MPC – Bandar Udara Mukomuko, Mukomuko
PGK – Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang
TJQ – Bandar Udara H. A. S. Hanandjoeddin , Tanjung Pandan
LLG – Bandar Udara Silampari, Lubuklinggau
PDO – Bandar Udara Pendopo, Empat Lawang
TKG – Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung
Jawa
PCB – Bandar Udara Pondok Cabe, Jakarta
PPJ – Bandar Udara Pulau Panjang, Kepulauan Seribu
TSY – Bandar Udara Cibeureum, Tasikmalaya
CBN – Bandar Udara Cakrabhuwana, Cirebon
CXP – Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap
PWL – Bandar Udara Wirasaba, Purwokerto
KWB – Bandar Udara Dewa Daru, Karimunjawa
CPF – Bandar Udara Ngloram, Cepu
MLG – Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang
SUP – Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep
MSI – Bandar Udara Masalembo, Masalembo
Bali dan Nusa Tenggara
SWQ – Bandar Udara Brangbiji, Sumbawa Besar
LYK – Bandar Udara Lunyuk, Sumbawa
BMU – Bandar Udara Muhammad Salahuddin, Bima
KOE – Bandar Udara El Tari, Kupang
LBJ – Bandar Udara Komodo, Manggarai Barat
RTG – Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng
TMC – Bandar Udara Tambolaka, Waikabubak
WGP – Bandar Udara Mau Hau, Waingapu
BJW – Bandar Udara Soa, Bajawa
ENE – Bandar Udara H Hasan Aroeboesman, Ende
MOF – Bandar Udara Wai Oti, Maumere
LKA – Bandar Udara Gewayantana, Larantuka
LWE – Bandar Udara Wonopito, Lewoleba
ARD – Bandar Udara Mali, Alor
RTI – Bandar Udara Lekunik, Rote
SAU – Bandar Udara Tardamu, Pulau Sawu
ABU – Bandar Udara Haliwen, Atambua
Kalimantan
KTG – Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang
SQG – Bandar Udara Susilo, Sintang
NPO – Bandar Udara Nanga Pinoh, Nanga Pinoh
PSU – Bandar Udara Pangsuma, Putussibau
PKY – Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya
PKN – Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun
TBM – Bandar Udara Tumbang Samba, Katingan
SMQ – Bandar Udara H. Asan, Sampit
MTW – Bandar Udara Beringin, Muara Teweh
BDJ – Bandar Udara Syamsuddin Noor, Banjarmasin
TJG – Bandar Udara Warukin, Tanjung
BTW – Bandar Udara Bersujud, Batulicin
KBU – Bandar Udara Stagen, Kotabaru
SRI – Bandar Udara Temindung, Samarinda
NNX – Bandar Udara Nunukan, Nunukan
LBW – Bandar Udara Yuvai Semaring, Krayan
BYQ – Bandar Udara Bunyu, Pulau Bunyu
MLN – Bandar Udara R.A. Bessing, Malinau
LPU – Bandar Udara Long Ampung, Kayan Selatan
TJS – Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor
NAF – Bandar Udara Banaina, Bulungan
BEJ – Bandar Udara Kalimarau, Tanjung Redeb
SGQ – Bandar Udara Sangkimah, Sangatta
BXT – Bandar Udara Bontang, Bontang
TSX – Bandar Udara Tanjung Santan, Marang Kayu
KOD – Bandar Udara Kotabangun, Kutai Kartanegara
SZH – Bandar Udara Senipah, Kutai Kartanegara
MLK – Bandar Udara Melalan, Melak
DTD – Bandar Udara Datah Dawai, Kutai Barat
TNB – Bandar Udara Tanah Grogot, Tanah Grogot
??? – Bandar Udara Tanjung Bara, Sangatta
Sulawesi
MXB – Bandar Udara Andi Djemma, Masamba
BUW – Bandar Udara Betoambari, Bau-bau
GTO – Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo
SQR – Bandar Udara Inco Soroako Waws, Sorowako
PSJ – Bandar Udara Kasiguncu, Poso
TLI – Bandar Udara Lalos, Tolitoli
MJU – Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju
MNA – Bandar Udara Melonguane, Melonguane
BJG – Bandar Udara Mopait, Bolaang Mongondow
PLW – Bandar Udara Mutiara, Palu
NAH – Bandar Udara Naha, Tahuna
UOL – Bandar Udara Pogugol, Buol
PUM – Bandar Udara Pomalaa, Pomalaa
TTR – Bandar Udara Pongtiku, Tana Toraja
RAQ – Bandar Udara Sugimanuru, Raha
LUW – Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk
KDI – Bandar Udara Wolter Monginsidi, Kendari
??? – Bandar Udara H. Aroeppala , Selayar
??? – Bandar Udara Matahora , Wangi-wangi
??? – Bandar Udara Maranggo , Pulau Tomia
Maluku
AHI – Bandar Udara Amahai, Masohi
NDA – Bandar Udara Bandaneira, Banda
DOB – Bandar Udara Dobo, Kepulauan Aru
LUV – Bandar Udara Dumatubun, Langgur
SQN – Bandar Udara Emalamo, Sanana
GLX – Bandar Udara Gamarmalamo, Galela
GEB – Bandar Udara Gebe, Gebe
KAZ – Bandar Udara Kuabang, Tobelo
MAL – Bandar Udara Mangole, Mangole
NAM – Bandar Udara Namlea, Namlea
NRE – Bandar Udara Namrole, Namrole
BJK – Bandar Udara Nangasuri, Benjina
LAH – Bandar Udara Oesman Sadik, Labuha
SXK – Bandar Udara Olilit, Saumlaki
OTI – Bandar Udara Pitu, Morotai
TTE – Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate
TAX – Bandar Udara Taliabu, Taliabu
WHI – Bandar Udara Wahai, Pulau Seram
??? – Bandar Udara Buli, Maba
Papua
RSK – Bandar Udara Abresso, Manokwari
AGD – Bandar Udara Anggi, Anggi
AAS – Bandar Udara Apalapsili, Jayawijaya
ARJ – Bandar Udara Arso, Arso
AYW – Bandar Udara Ayawasi, Sorong
BXB – Bandar Udara Babo, Babo
BXD – Bandar Udara Bade, Merauke
BXM – Bandar Udara Batom, Pegunungan Bintang
NTI – Bandar Udara Bintuni, Bintuni
BUI – Bandar Udara Bokondini, Jayawijaya
DRH – Bandar Udara Dabra, Puncak Jaya
ELR – Bandar Udara Elilim, Jayawijaya
EWI – Bandar Udara Enarotali, Enarotali
EWE – Bandar Udara Ewer, Merauke
ILA – Bandar Udara Illaga, Paniai
IUL – Bandar Udara Ilu, Puncak Jaya
INX – Bandar Udara Inanwatan, Inanwatan
SOQ – Bandar Udara Jeffman, Sorong
FOO – Bandar Udara Yemburwo., Numfor Timur
KBX – Bandar Udara Kambuaya, Sorong Selatan
KCD – Bandar Udara Kamur, Asmat
KBF – Bandar Udara Karubaga, Jayawijaya
KEQ – Bandar Udara Kebar, Manokwari
LLN – Bandar Udara Kelila, Jayawijaya
KEI – Bandar Udara Kepi, Merauke
KMM – Bandar Udara Kimaan, Merauke
KOX – Bandar Udara Kokonao, Mimika
LHI – Bandar Udara Lereh, Jayapura
ZRM – Bandar Udara Mararena, Sarmi
RDE – Bandar Udara Merdey, Manokwari
MDP – Bandar Udara Mindiptana, Boven Digoel
ONI – Bandar Udara Moanamani, Dogiyai
LII – Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya
MUF – Bandar Udara Muting, Merauke
NBX – Bandar Udara Nabire, Nabire
OBD – Bandar Udara Obano, Nabire
OKQ – Bandar Udara Okaba, Puncak Jaya
OKL – Bandar Udara Oksibil, Pegunungan Bintang
GAV – Bandar Udara Pulau Gag, Raja Ampat
MKW – Bandar Udara Rendani, Manokwari
SEH – Bandar Udara Senggeh, Keerom
ZEG – Bandar Udara Senggo, Mappi
NKD – Bandar Udara Sinak, Puncak Jaya
ZRI – Bandar Udara Sudjarwo Tjondronegoro, Serui
TMH – Bandar Udara Tanah Merah, Tanah Merah
TXM – Bandar Udara Teminabuan, Teminabuan
TMY – Bandar Udara Tiom, Jayawijaya
FKQ – Bandar Udara Torea, Fakfak
UBR – Bandar Udara Ubrub, Keerom
KNG – Bandar Udara Utarom, Kaimana
WET – Bandar Udara Waghete, Deiyai
WMX – Bandar Udara Wamena, Wamena
WAR – Bandar Udara Waris, Keerom
WSR – Bandar Udara Wasior, Wasior
RUF – Bandar Udara Yuruf, Jayawijaya
UGU – Bandar Udara Zugapa, Paniai
SOQ – Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong
Pangkalan militer
PDG – Bandar Udara Tabing, Padang
AKQ – Bandar Udara Astraksetra, Way Tuba
??? – Bandar Udara Wiridinata, Tasikmalaya
??? – Bandar Udara Iswahyudi, Madiun
ATS – Bandar Udara Atang Sendjaja, Bogor
??? – Bandar Udara Suryadarma Kalijati, Subang
??? – Bandar Udara Sulaiman Margahayu, Bandung
SKI – Bandar Udara Sugiri Sukani Jatiwangi, Majalengka
GDA – Bandar Udara Gorda Cikande, Serang
MRT – Bandar Udara Pitu, Morotai – Halmahera Utara

 

JUDUL POSTINGAN

Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur

 Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sekto...