Tiga Jenazah Korban Cessna 172 Dibawa ke RSUD Majalengka

Metrotvnews.com, Majalengka: Tiga jenazah korban jatuhnya pesawat Cessna 172 sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka, Jawa Barat, Selasa (29/11) malam. Rencananya, malam ini juga ketiga jenazah, yakni instruktur penerbang Sekolah Nusa Flying Internasional, Kapten Partogi Sianipar, dan dua siswa-nya, Agung Febrian, dan Muhammad Fikriansyah, dibawa ke Jakarta.

Reporter Metro TV Lola Harmanurjeni di lokasi kejadian, melaporkan, proses evakuasi ketiga jenazah berlangsung hampir sehari penuh. Tim SAR sudah berangkat sejak dinihari ke lokasi jatuhnya pesawat di Kawah Burung, Gunung Ciremai, Jawa Barat. Tim SAR beserta keluarga tiba di lokasi pukul 07.45 WIB. Ketiga jenazah ditemukan dalam kondisi menumpuk di kokpit pesawat. Tim SAR pun segera melakukan evakuasi.

Pukul 09.00 WIB, jenazah Kapten Partogi berhasil dikeluarkan, disusul jenazah Agung pada pukul 10.20 WIB, dan terakhir jenazah Fikriansyah sekitar pukul 10.35 WIB. Ketiga jenazah lalu dimasukkan dalam kantong jenazah, dan membawa ketiga korban itu ke Pos Pencarian 1 di Desa Argalingga, Argapura, Majalengka. Jenazah diangkut dengan brangkar kayu. Proses evakuasi cukup sulit karena medan cukup terjal. Tim SAR akhrinya berhasil membawa ketiga jenazah hingga ke Pos 1, yang selanjutnya dibawa ke RSUD Majalengka.(DSY)

Jenazah Tiga Awak Cessna 172 Diserahkan, Keluarga Sambut dengan Haru

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Proses evakuasi terhadap tiga awak pesawat Cessna 172 yang tewas akhirnya selesai dilakukan. Tim SAR berhasil mengeluarkan jenazah ketiganya dari dalam puing pesawat dan membawanya ke posko utama di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Selasa (29/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketiga jenazah dibawa tim SAR dengan menggunakan tandu kayu. Jenazah yang dibawa dan sampai pertama di posko utama adalah Kapten Partogi Sianipar, setelah itu jenazah Agung Febrian, dan terakhir jenazah Muhammad Fikriansyah.

Setelah sampai di posko utama, ketiga jenazah lalu dibawa dengan menggunakan mobil ambulance ke Desa Ciracak, Kecamatan Argapura, yang berjarak sekitar lima kilometer dari posko utama di Desa Argalingga. Di tempat tersebut, terdapat keluarga ketiga korban maupun unsur muspida Kabupaten Majalengka.

Bupati Majalengka, Sutrisno, kemudian menyerahkan ketiga jenazah kepada masing-masing keluarga. Namun, serah terima itu hanya dilakukan secara simbolis dengan menyerahkan alas (semacam kain terpal) yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut jenazah. "Kami turut berduka cita atas musibah ini," ujar Sutrisno.

Sementara itu, kesedihan nampak dari masing-masing keluarga. Mereka tak dapat menahan tangis saat menerima jenazah anggota keluarga mereka.

Ketiga jenazah kemudian dibawa ke RSUD Majalengka. Rencananya, ketiganya akan diterbangkan ke Jakarta melalui bandara Cakrabuana Cirebon.

Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati, mengungkapkan, proses evakuasi ketiga jenazah terkendala dengan buruknya cuaca. Tak hanya itu, pemandangan pun terganggu akibat kabut tebal. Karenanya, proses evakuasi dari TKP ke posko utama memakan waktu sekitar enam jam.

Pesawat Cessna 172 milik sekolah penerbang Nusa Flying School yang hilang pada Rabu (16/11), berhasil ditemukan. Bangkai pesawat tersebut ditemukan warga di pegunungan Argapura, tepatnya di kawah burung gunung Ciremai, atau perjalanan enam jam dari Kampung Apuy, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Senin (28/11).

Saat ditemukan, ketiga awak pesawat Cessna dalam kondisi saling bertumpuk di dalam kokpit pesawat. Ketiganya pun diketahui telah tewas.
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Lilis Sri Handayani


AS: F-16 Gratis, Upgrade Bayar Rp6,7 Triliun

AS: F-16 Gratis, Upgrade Bayar Rp6,7 Triliun
Menurut Pentagon, pemutakhiran F-16 itu diperkirakan tidak akan lebih dari US$750 juta.

Selasa, 22 November 2011, 13:36 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews - Amerika Serikat menegaskan bahwa 24 pesawat tempur bekas F-16 yang tak lagi mereka pakai sepenuhnya akan diberikan, bukan dijual, kepada Indonesia. Namun, untuk pemutakhiran dua lusin jet bekas itu butuh biaya sekitar US$750 juta, sekitar Rp6,7 triliun.

Pernyataan itu dikemukakan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) di Washington DC, Senin waktu setempat. Bagi Pentagon, hibah jet-jet tempur itu merupakan gambaran bahwa Indonesia merupakan mitra penting AS dan tengah membutuhkan alat-alat penunjang untuk mempertahankan negara mereka.

Indonesia adalah mitra penting bagi AS dan pemimpin di Asia Tenggara, kata juru bicara Pentagon, Kolonel Laut Leslie Hull-Ryde, dalam surel ke kantor berita Reuters. Departemen Pertahanan tengah bekerja untuk mendukung militer Indonesia dalam upaya memodernisasi kekuatannya, lanjut Hull-Ryde.

Pesawat yang akan AS hibahkan itu adalah F-16 model C/D, yang sudah pensiun dan tidak lagi masuk dalam inventaris Angkatan Udara AS. Bila sudah dimutakhirkan, armada F-16 itu diyakini bisa mengerahkan kemampuan terbaiknya.

Menurut Hull-Ryde, pesawat F-16 bekas akan dihibahkan ke Indonesia tanpa biaya. Namun pemutakhiran mesin dan komponen pendukung F-16 itu diperkirakan tidak akan lebih dari US$750 juta.

Kesepakatan hibah F-16 itu telah diumumkan secara bersama oleh Presiden Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan menjelang KTT Asia Timur di Bali, 18 November 2011. Dalam siaran persnya, Kantor Kepresidenan AS menyatakan bahwa armada F-16 itu cocok dengan keperluan Indonesia dalam mengamankan wilayahnya tanpa harus menguras anggaran pertahanannya dan prioritas lain.

Menurut Gedung Putih, kini kedua negara tinggal menyelesaikan tahap-tahap akhir mengenai kerjasama ini, yang akan berupa dokumen Letter of Acceptance (LoA). Perjanjian ini diperkirakan akan ditandatangani awal 2012 dan, lanjut Gedung Putih, bila semua urusan formalitas selesai maka AS baru akan mengirim F-16 yang telah termuktahirkan ke Indonesia pada Juli 2014, seperti yang diminta Jakarta.

Pemutakhiran itu mencakup 24 unit pesawat dan 28 unit mesin Pratt-Whitney F-100-PW-200 atau F-100PW-220E. Selain itu juga disiapkan enam unit F-16 (empat Block 25 dan dua Blok 15) untuk cadangan.

Selain mesin, komponen F-16 yang akan dimutakhirkan adalah sistem Modular Mission Computer produksi Raytheon Co., bersama dengan radar, avionik,................

Sumber: VIVAnews

SAR Hentikan Pencarian Cessna

"Kami sudah maksimal," kata Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Pertama Daryatmo.

 Cessna 172 (wikimedia)

VIVAnews - Badan SAR Nasional secara resmi menghentikan pencarian pesawat latih Cessna 172 berawak tiga orang milik PT Nusa Flying International School.
Meski pencarian dihentikan, tim SAR masih siaga di pos wilayah untuk menindaklanjuti setiap informasi atau petunjuk baru.

"Secara resmi dihentikan, karena operasi SAR ini sudah berjalan tujuh hari dan belum juga ditemukan," kata Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Pertama Daryatmo, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Rabu 23 November 2011.

Menurut Daryatmo, sebenarnya tim sudah optimis karena menemukan sinyal kuat ditambah informasi visual adanya benda putih panjang di lokasi itu. Tim sudah menuju titik koordinat 064607 South dan 1073343 East yang berada di desa Cihawanjar, Lembang, Bandung.

"Hasilnya, setelah kami tiba di lokasi ternyata benda putih panjang itu hanya kain bekas layang-layang," kata mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara ini.

Tim SAR belum mendapatkan petunjuk baru untuk mengerahkan pergerakan tim. Sesuai prosedur, bila tujuh hari hasilnya nihil maka operasi pencarian resmi dihentikan.

Meski begitu, Badan SAR Nasional menyiagakan tim yang berada di wilayah terdekat yakni Bandung. Tim SAR akan berkoordinasi dengan Komando Distrik Militer setempat.

Bagaimana dengan pihak keluarga korban? "Kami sudah berbicara dengan keluarga. Kebetulan salah satu keluarga adalah dari komunitas udara. Beliau mengerti," kata Daryatmo.

Badan SAR Nasional berharap, siapapun yang memiliki informasi penting atas jatuhnya pesawat itu bisa segera menghubungi Badan SAR Nasional. "Kami sudah maksimal," kata Daryatmo.

Cessna 172 ini hilang kontak pada Rabu, 17 November 2011, sejak pukul 08.19 WIB, setelah terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini berawak tiga orang. Mereka adalah instruktur pilot, Partogi Sianipar (25) serta dua siswa, yaitu M. Fikriansyah (19) dan Agung Febrian (30).

Hari Keempat Lokasi Pesawat Jatuh Makin Jelas

Muhammad Fikriansyah Apriano, seorang awak pesawat Cessna172 yang sampai saat ini belum ditemukan. Pesawat hilang kontak sejak Rabu, (16/11/2011).


TRIBUNMANADO.CO.ID, PURWAKARTA — Lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat Cessna 172 PK-NIP milik Nusa Flying International yang hilang kontak sejak Rabu (16/11/2011) kian terang. Sejumlah bukti menguatkan dugaan bahwa pesawat itu jatuh di kawasan Gunung Burangrang di perbatasan Kabupaten Bandung dan Purwakarta.


Pencarian hari keempat, Minggu (20/11/2011), difokuskan di lokasi yang dideteksi mengirim sinyal emergency locator transmitter (ELT). Sinyal itu terpantau kuat di antara daerah Gunung Pangukusan dan Pasir Tenjo.


Hasil pemetaan atas titik pemancar sinyal itu berada di koordinat yang tepatnya di Pasir Koho atau Pasir Karet di ketinggian 1.428 meter di atas permukaan laut.


Koordinator tim pencari dari Nusa Flying International (NFI), Zulkarnaen, mengatakan, selain pesawat pencari NFI, sinyal ELT juga tertangkap oleh pesawat milik maskapai Susi Air yang melintas di kawasan itu saat terbang dari Pangandaran, Ciamis, menuju Jakarta.


Sinyal ELT dari pesawat itu tak tertangkap satelit karena menggunakan frekuensi 406. Menurut Zulkarnaen, frekuensi yang dipakai oleh pesawat naas itu 121,5. (kompas)

1978 : Pesawat Jemaah Haji Indonesia Jatuh


SEBUAH pesawat pengangkut jemaah haji Indonesia yang baru pulang dari Mekah jatuh di Sri Lanka. Peristiwa itu menewaskan 183 orang. Pesawat Islandia Airlines DC-8 disewa Garuda Indonesia untuk mengangkut jemaah haji kembali ke Indonesia dari Mekah.

Pesawat lepas landas dari bandara Jeddah di Arab Saudi dan akan mendarat di Surabaya, Indonesia, dengan singgah di Sri Lanka untuk pengisian bahan bakar dan penggantian kru. Penerbangan berjalan lancar hingga mulai mendekati bandara Kolombo di Katunayake, Sri Lanka.

Hasil investigasi menyebutkan penyebab kecelakaan ialah kelalaian pilot. Sebanyak 175 penumpang dan 8 kru pesawat tewas, serta 32 orang lainnya menderita luka serius. Ajaibnya, bagian depan kabin utama tidak terkena kobaran api sehingga 47 orang selamat dari kecelakaan.


sbr : mesia indonesia

Pesawat Jatuh di Selatan Polandia, 4 Tewas

Warsawa, CyberNews. Gangguan pada mesin menyebabkan satu pesawat terbang kecil jatuh di dekat bandara di wilayah selatan Polandia. Empat orang dalam pesawat dikabarkan tewas karena kecelakaan itu.

Reruntuhan pesawat naas itu sendiri ditemukan di tempat terakhir pesawat berusaha mendarat, sekitar enam kilometer di barat Bandara Katowicw.

Terkait kecelakaan ini, juru bicara Bandara Cezary Orzech menguraikan, pesawat berjenis Cirrus itu tengah dalam perjalanan dari Italia. Orzech menambahkan, pilot pesawat melaporkan adanya kerusakan pesawat sebelum pesawat hilang dari radar.

sbr ; suara merdeka

JUDUL POSTINGAN

Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur

 Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sekto...