Ngurah Rai Airport In Bali Indonesia.


Ngurah Rai International Airport (IATA: DPS, ICAO: WADD), also known as Denpasar International Airport, is located in southern Bali, 13 km south of Denpasar. It is Indonesia's third-busiest international airport, after Jakarta's Soekarno-Hatta International Airport and Surabaya's Juanda International Airport. The airport is located close to the extensive tourist developments of southern Bali; the resort center of Kuta is 2.5 km north of the airport. The airport was previously determined by Transportation Security Administration of the United States of America in 2005 as not meeting the security standards of the International Civil Aviation Administration,[1] however this warning was lifted on 2007-10-11.[2].

This airport is collecting an Airport Improvement Fee of Rp 150,000 per traveller (approximately $17 USD / €12) upon departure. Passengers have to pay cash in Rupiah. Many international travellers also have to pay for an entry visa on-arrival. This costs US$10 for a 7 day stay, and US$25 for a 30 day stay and must be paid in cash[3]. The visas are non-extendable and cannot be converted. There are also a number of countries that require a visa to be organised before arrival, or do not require a visa at all. A list is available here. This is applicable to Indonesia in general and is not specific to Bali.
Domestic Arrival and Departure Terminal Area: 9.039 m²
International Arrival and Departure Terminal Area: 28.630 m²
The parking area is 38.358 m².
The total terminal area is 265.60 Ha.

The Domestic Terminal is located in the old building, while the International Terminal is located in the L shaped terminal. The airport has 17 gates: 3 in the Domestic Terminal, and 14 in the International Terminal. The Domestic Terminal has 35 check in counters, and 2 baggage carousels.

A new airport is proposed to change Ngurah Rai airport in Jembrana regency in western Bali[4].

Airlines and destinations.

The following airlines operate from Ngurah Rai International Airport (as of March 2008):

Passenger Terminal.

Domestic Terminal.
Adam Air (Jakarta)
AirAsia
Indonesia AirAsia (Jakarta)
Batavia Air (Jakarta, Pontianak, Surabaya, Yogyakarta)
Garuda Indonesia (Balikpapan, Jakarta, Jayapura, Makassar, Surabaya, Timika, Yogyakarta)
Citilink (Jakarta, Mataram, Surabaya)
Lion Air (Jakarta, Makassar, Mataram)
Mandala Airlines (Balikpapan, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta)
Merpati Nusantara Airlines (Bandung, Bima, Dili, Jakarta, Kupang, Mataram, Maumere, Surabaya, Waingapu)
Pelita Air (Ende, Kupang, Maumere, Labuan Bajo, Waingapu)
Sriwijaya Air (Jakarta, Surabaya)
Wings Air (Mataram, Surabaya, Yogyakarta)

International Terminal.
AirAsia (Kuala Lumpur)
Indonesia AirAsia (Kota Kinabalu, Kuching, Kuala Lumpur) [begins 2 May]
Airnorth (Darwin)
Cathay Pacific (Hong Kong)
China Airlines (Taipei-Taoyuan)
Continental Airlines
Continental Micronesia (Guam)
Garuda Indonesia (Darwin, Melbourne, Nagoya-Centrair [resumes 2 June], Osaka-Kansai, Perth, Seoul-Incheon, Singapore, Sydney, Tokyo-Narita)
Japan Airlines (Osaka-Kansai, Tokyo-Narita)
Jetstar Asia Airways
Valuair (Singapore)
Korean Air (Seoul-Incheon)
Malaysia Airlines (Kuala Lumpur)
Ozjet (Perth)
Qantas (Perth, Singapore)
Jetstar Airways (Melbourne, Sydney)
Qatar Airways (Doha, Kuala Lumpur)
Royal Brunei Airlines (Bandar Seri Begawan)
Singapore Airlines (Singapore)
Skywest (Broome [seasonal])
Thai Airways International (Bangkok-Suvarnabhumi)

Charter airlines.

China Eastern Airlines (Shanghai-Pudong)
Shanghai Airlines (Shanghai-Pudong0

Past airlines and routes.

Airlines still in operations with its terminated routes.

Garuda Indonesia (Abu Dhabi, Adelaide, Amsterdam, Auckland, Bangkok-Suvarnabhumi, Frankfurt, Fukuoka, Hong Kong, Honolulu, Nagoya-Centrair, Taipei)
Malaysia Airlines (Johor Bahru)
Merpati Nusantara Airlines (Balikpapan, Biak, Darwin, Melbourne, Perth, Porthedland, Sumbawa)
Qantas (Darwin, Melbourne, Sydney)

Past airlines with its destinations.
All Nippon Airways (Osaka-Kansai, Tokyo-Narita)
Bouraq Indonesia Airlines (Balikpapan, Surabaya)
EVA Air (Taipei)

Incidents.

February 16, 1998: China Airlines Flight 676 took off from Ngurah Rai. Upon approach to Chiang Kai-shek International Airport the aircraft crashed, killing everyone on board.

Sultan Syarif Qasim II Airport In Pekanbaru Indonesia.



Sultan Syarif Qasim II International Airport (IATA: PKU, ICAO: WIBB) is an international airport that serves the city of Pekanbaru, Riau, Indonesia. The airport is often referred as to SSQ II, SSQ or Sultan Syarif Kasim II International Airport (SSK II), and formerly known as Simpang Tiga Airport. The name of the airport is obtained from Sultan Syarif Qasim II which is a pre-independence historical figure from Riau.

The airport serves flights to and from several cities in Indonesia and neighboring countries such as Malaysia and Singapore and some direct flights to Jakarta, Singapore, Kuala Lumpur, Malacca, Medan and Batam. In recent years, as the establishment of the locally-owned Riau Airlines, PKU is also the home base of the airline, servicing into small and regional airports within Riau, Riau Islands, and Jambi.

The airport also the homebase of TNI-AU (Indonesian Air Force) 12th Squadron airbase, a shelter to some Hawk Mk.109s and Mk.209s, and also Sikorsky S-58T Twinpac on the rotor-wing side.

The Provincial Government of Riau is considering to move the airport into a new and convenient place, somewhat outside the city of Pekanbaru. Some locations have been chosen, but the final decision has not been made yet.

Airlines and passengers.
AirAsia
Indonesia AirAsia (Jakarta, Kuala Lumpur [begins 30 Mar, 2008]) )
Garuda Indonesia (Jakarta, Singapore)
Merpati Nusantara Airlines (Jakarta, Medan)
Riau Airlines (Malacca)

Hang Nadim Airport In Batam Indonesia.


Hang Nadim Airport (IATA: BTH, ICAO: WIDD), also known as Hang Nadim International Airport, is located in Batam, Riau Islands (part of Sumatra), Indonesia. It is the only airport on the island. It has been the primary method of transport to and from Batam, alongside ferries to neighboring islands (including Singapore). As Batam continues to develop its tourism sectors, the Hang Nadim has proved a sufficiently effective airport. Originally developed as an alternative airport for Singapore Changi Airport in mind (should in case an emergency for aircraft force a redirect), the Hang Nadim has facilities and the longest runway in Indonesia, sufficient for Boeing 747s and several times more passengers than it is currently serving. However Changi was developed to grow, and the Sijori Growth Triangle region has 4 airports, including Senai International Airport in Johor Bahru and the Seletar Airport.

Airlines and destinations.

Domestic.
Adam Air (Jakarta, Surabaya)
AirAsia
Indonesia AirAsia (Jakarta)
Batavia Air (Jakarta)
Garuda Indonesia (Jakarta, Surabaya)
Citilink (Bandung, Medan, Jakarta, Pekanbaru, Surabaya)
Kartika Airlines (Jakarta, Medan)
Lion Air (Jakarta, Pekanbaru)
Mandala Airlines (Jakarta, Jambi, Padang, Surabaya)
Merpati Nusantara Airlines (Bandung, Padang, Palembang, Pekanbaru)
Riau Airlines (Dumai, Jambi, Natuna, Pangkalpinang, Pekanbaru)
Sriwijaya (Jakarta, Medan)

Former Airlines.
Korean Air Cargo

Sejarah Singkat Flight Simulator.


FLIGHT SIMULATOR.

Pada perang dunia ke-I dibutuhkan alat untuk menguji aptitude bagi para calon pilot, maka pada tahun 1915 alat seperti ini dibuat untuk menguji kecepatan reaksi terhadap'gangguan' yang diberikan penguji yang digerakkan langsung dengan tangan [dengan cara menggoncang cockpit - seperti pada gambar di bawah] dan terdapat alat perekam gerakan untuk mencatat kecepatan reaksi para kandidat pilot.
http://www.indofs.com/sejarah/Hist1.jpg

Kemudian perkembangan selanjutnya pada tahun 1927 dengan alat setipe mesin Antoinette menggunakan penggerak elektrik dan mekanik yang terhubung dengan konsol pelatih. Tujuan dari alat ini adalah untuk memutar pesawat pada 'attitude' sesuai dengan respon input dari pilot. Dan pelatih bisa membari efek turbulance/rough air dan memberikan 'problem' pada flight control untuk menguji kecepatan reaksi pilot.
Yang paling sukses dan terkenal pada masa itu adalah LINK TRINER [gambar dibawah] yang dibuat pada tahun 1927.
http://www.indofs.com/sejarah/Link.jpg

Kemudian setelah dirasakan kegunaan akan terbang instrumen, maka mulailah bermunculan alat-alat 'instrument flight trainer' baru yang makin lengkap instrumennya. Kemudian muncul alat 'course plotter' yang dapat mencatat pergerakan pesawat pada sebuah 'chart'.
Dan pada perang dunia ke-II kebutuhan akan simulator ini dirasakan makin penting, baik untuk sang pilot juga untuk para navigator.
Celestial Navigation Trainer pertama [gambar di bawah] dibuat tahun 1941, digunakan untuk berlatih navigasi menggunakan acuan bintang.
http://www.indofs.com/sejarah/Hist3.jpg

Dan semasa perang dunia ke-II, simulator ini digunakan untuk latihan para crew pesawat, baik latihan mengebom, meninggalkan pesawat dengan parasut, dll. Contohnya adalah Silloth Trainers dari pesawat Halifax [gambar di bawah] yang digunakan untuk 'familiarization training' para crew serta latihan penanganan kerusakan. Semua 'basic flying behaviour', mesin, elektrik dan sistim hidrolik dapat disimulasikan pada alat ini. Dan semua komputasi menggunakan sistim pneumatik.
http://www.indofs.com/sejarah/Hist4.jpg

Kemajuan besar dalam dunia simulasi pada masa perang dunia ke-II adalah penggunaan Analog Computer atau Differential Analyser [elektronik] yang memungkinkan simulasi berupa respon pesawat terhadap gaya aerodinamik.
Pada tahun 1941 Simulator Elektronik pertama kali dibuat berdasarkan ide F.C. Williams menggunakan metode komputasi D.C. [direct curent] untuk mensimulasikan aerodinamik sederhana sebuah pesawat tempur. Kemudian tahun 1945 simulator yang lebih canggih dibuat. Teknologi selanjutnya adalah ditemukannya teknologi komputasi A.C. dengan frekuensi 50 Hz, dan kemudian 400Hz.
http://www.indofs.com/sejarah/Hist5.jpg
http://www.indofs.com/sejarah/Hist6.jpg

Kemudian pada tahun 1948 Curtiss-Wright dikontrak untuk membuat 'full-simulator' pesawat Boeing 377 Stratocruiser oleh Pan American Airways. Ini adalah simulator pertama yang dimiliki sebuah Airlines. Dan ternyata Simulator ini terbukti sangat berguna untuk melatih para flight crew dalam melatih prosedur pada kondisi 'emergency'. Terbang rute lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas navigasi bisa dilakukan disimulator ini.
Simulator pesawat jet transport pertama adalah pesawat Comet I oleh perusahaan Redifon untuk BOAC, menggunakan komputer analog 60 Hz dan mengunakan 'control-loading system' yang terkoreksi terhadap airspeed.
http://www.indofs.com/sejarah/Hist7.jpg

Kemudian tibalah era Simulator Digital, pada tahun 1960 pertama dibuat komputer untuk menghitung dinamika pesawat bernama UDOFT [Universal Digital Operational Flight Trainer]. Kemudian dibuat komputer bernama Link Mark I untuk simulator 'real-time', menggunakan 3 'parallel processor' untuk komputasi aritmatik, 'function generation', dan seleksi radio station.
Kemudian muncul 'visual-system' yang diawali dengan teknologi 'point-light source projection' diawal tahun1960-an. Penggunaan 'Visual system' berwarna pertama kali oleh Redifon pada tahun 1962. Semenjak itu pengembangan simulator diutamakan pada penyempurnaan tampilan gambar.
http://www.indofs.com/sejarah/sim2.jpg

Komputer pertama yang dapat menghasilkan gambar dibuat oleh General Electric Company dengan menggunakan sistim 'patterned ground-plane image'. Kemudian sistim selanjutnya menggunakan objek 3-dimensi. Dan perkembangan grafik 3-dimensi selanjutnya sangat dekat dengan perkembangan perangkat keras komputer.[gambar bawah]. http://www.indofs.com/sejarah/Hist8.jpg
http://www.indofs.com/sejarah/sim3.jpg

Sumber info dari >>> http://www.indofs.com/

The F-14 Tomcat.


Tipe pesawat buatan Grumman Aircraft Engineering Corporation dan dirancang oleh Bob Kress ini adalah pesawat tempur superioritas udara.

F-14 pertama kali terbang pada tanggal 21 Desember 1970, hanya 22 bulan setelah Grumman memenangkan kontrak ini dan diperkenalkan pada September 1974.Amerika Serikat adalah pemakai pertama pesawat tempur supersonik sayap lipat ini.Karena sayapnya bisa dilipat,jadi cocok untuk kapal induk karena menghemat tempat.Menurut Wikipedia,harga satuan pesawat ini mencapai US$38 juta pada tahun 1998.Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S Navy) mulai memakai pesawat ini pada tahun 1972 menggantikan F-4 Phantom II dan sempat diekspor ke Iran sebelum dipensiunkan pada 20 September 2006 dan digantikan oleh F/A-18E/F Super Hornet.F-14D Super Tomcat adalah varian terakhirnya.ditambah peralatan avionik digital terbaru termasuk Glass Cockpit seperti B-737-900ER milik Lion Air dan radar canggih APG-71 menggantikan AWG-9. 37.Tapi secanggih apapun pesawat ini kalau sudah tua harus pensiun.

Dikutip Dari >>> http://info-dirgantara.blogspot.com/2008/01/f-14-tomcat.html

Dokumen “ajaib” astronot pesawat ruang angkasa Kolumbia.

Lembaran-lembaran buku diari dari seorang astronout Israel yang selamat dari ledakan pesawat ulang alik Kolumbia dan jatuh 37 mil ke bumi, akan ditampilkan minggu ini untuk pertama kalinya di Yerusalem.

Diari tersebut milik Ilan Ramon, Astronot Israel pertama dan satu dari tujuh crew pesawat yang terbunuh ketika pesawat ulang alik tersebut pecah/meledak saat memasuki atmosfer pada tanggal 1 februari 2003. bagian dari diari yang selamat/diperbaiki akan ditampilkan di museum Israel yang dimulai hari Minggu.

beberapa saat setelah dua bulan ledakan pesawat ruang angkasa tersebut, Peneliti NASA mendaptkan 37 lembaran diari ramon dalam keadaan basah dan kucel. Diari tersebut dapat bertahan di panasnya ledakan dan dinginnya suhu atmosfer, lalu kemudian diserang oleh mikroorganisme dan serangga ditempat dimana lembaran tersebut jatuh, kata kepala Museum, Yigal Zalmona.

“Ini adalah suatu keajaiban yang ada-INI luar biasa,” kata Zalmona. tidak ada “penjelasan rasional” tentang bagaimana lembaran tersebut dapat selamat ketika sebagian besar pesawat musnah/hancur, katanya.

Para pejabat NASA tidak segera merespon untuk memberikan komentar.

Perwakilan ruang angkasa Amerika Serikat telah mengembalikan Diari tersebut kepada istri Ramon-Rona-, yang kemudian menyerahkannya kepada ahli forensik di Museum Israel. Para ahli dari kepolisian Israel telah menghabiskan 4 tahun lebih untuk memahami/mengartikan diari tersebut. Kira-kira 80 persen teks telah berhasil diartikan/di restore, dan sisanya masih belum terbaca, kata Zalmona.

Dua lembar akan ditampilkan. satu mengandung catatan dari tulisan ramon, dan lainnya adalah copy dari doa Kiddush (yahudi)-yang sering dibaca ketika hari Sabbath-. Zalmona mengatakan bahwa Ramon mengcopy doa tersebut kedalam diarinya, sehingga dia dapat membacanyanya ketika berada di pesawat ruang angkasa tersebut.

Kebanyakan lembaran berisi informasi personal dimana istri Ramon tidak menginginkan untuk dipublikasikan, kata Zalmona.

“Kami setuju untuk menjaga penuh kehormatan privasi keluarga dan hal-hal sensitif tentang kedalaman dokumen tersebut,” Direktur Museum-James Snyder- mengatakan.

Diari tersebut tidak memberikan indikasi bahwa Ramon mengetahui sesuatu tentang problem dalam pesawat tersebut. Pesawat ulang-alik Kolumbia pecah dan meledak hanya 16 menit sebelum dijadwalkan mendarat di pusat ruang angkasa florida. 7 astronot didalamnya semua tewas.

Diari tersebut akan ditampilkan sebagai bagian pameran besar dokumen-dokumen terkenal menurut sejarah zionis Israel, untuk menandai ultah ke-60 Israel tahun ini. (diterjemahkan dari http://news.yahoo.com/s/ap/20081003/ap_on_re_mi_ea/ml_israel_astronaut_s_diary).

Pesawat Antariksa Kertas

Pesawat kertas Jepang diperkirakan mampu menembus atmosfer Bumi dari angkasa luar. Namun, tim peneliti kesulitan memprediksi lokasi pendaratan pesawat kertas itu.

Badan antariksa Jepang JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) bekerja sama dengan para ahli seni lipat kertas Japan Origami Airplane Association (JOAA) untuk merancang pesawat kertas yang akan diluncurkan dari stasiun antariksa internasional ISS ke Bumi. Ini bukan proyek main-main.

JAXA melakukan percobaan ini untuk meneliti desain pesawat ulang-alik masa depan yang lebih aman dan efisien. JAXA pun sudah melakukan simulasi di terowongan angin hipersonik di laboratorium University of Tokyo. Hasilnya, sebuah pesawat kertas yang memiliki panjang sekitar tujuh sentimeter dan lebar sekitar lima sentimeter ternyata tidak hancur ketika melesat dengan kecepatan tujuh kali kecepatan suara (Mach 7).

Padahal pada kecepatan setinggi itu, pesawat tersebut harus menahan panas hingga 200 derajat Celsius. Kondisi di laboratorium tersebut mirip dengan kondisi yang dialami pesawat kertas itu ketika terbang dari angkasa luar menembus atmosfer Bumi. JAXA menganggarkan dana 90 juta yen (sekira Rp8,1 miliar) untuk membiayai penelitian pesawat kertas ini selama tiga tahun, ujar ilmuwan JAXA Hidehiro Akashi.

Ketua tim peneliti, yakni Profesor Aeronautika dan Astronautika University of Tokyo Shinji Suzuki mengungkapkan, gagasan pembuatan pesawat kertas tersebut sesungguhnya sudah muncul sejak sepuluh tahun silam. Pada mulanya, kami dianggap gila karena ingin membuat pesawat angkasa luar berbahan kertas. Namun, kami membuktikan ide kami ternyata sama sekali tidak konyol karena pesawat kertas sanggup menahan panas ketika menembus atmosfer, tutur Suzuki.

Suzuki menjelaskan, pesawat kertas tersebut terbuat dari kertas berbahan serat tebu yang tahan panas, angin, dan air.Kertas serat tebu tersebut kemudian disemprot dengan cairan pelapis khusus dan selanjutnya dilipat menyerupai bentuk pesawat ulang-alik AS.

Pesawat kertas tersebut dilipat oleh Kepala JOAA Takuo Toda. Ahli seni lipat kertas tersebut menghabiskan waktu 18 bulan untuk membuat desain paling tepat. Yakni pesawat kertas yang dilipat dari secarik kertas tanpa ada potongan dan perekat. Toda sudah mencoba ratusan desain sebelum mendapatkan versi final yang siap diterbangkan.

Suzuki dan Toda berpendapat, pesawat kertas tersebut kini memiliki desain aerodinamika yang baik untuk mengurangi gesekan udara ketika menembus atmosfer Bumi, yang merupakan salah satu tahap paling kritis dalam misi penerbangan ulang-alik. Tanpa aerodinamika yang tepat dan perisai penahan panas yang tangguh, pesawat ulang-alik akan terbakar habis ketika menembus atmosfer Bumi dari angkasa luar.

Suzuki menegaskan, uji coba pesawat kertas ini akan membuka jalan penciptaan pesawat angkasa luar ekstra ringan yang digunakan untuk meneliti atmosfer bagian atas. Pesawat kertas tersebut rencananya akan diluncurkan dari ISS ketika JAXA dan badan antariksa AS NASA sudah menyelesaikan pemasangan laboratorium angkasa luar Jepang Kibo di ISS, yakni pada 2010.

Masalah terbesar saat ini adalah pendaratan. Karena pesawat ini sangat ringan, pesawat ini tentu akan terbawa tiupan angin ketika sudah memasuki lapisan troposfer, ungkap Suzuki. Suzuki memaparkan, tim peneliti sempat mempertimbangkan penanaman transmitter kecil pada pesawat kertas tersebut untuk mempermudah pelacakan. Namun, transmitter itu ternyata meningkatkan bobot pesawat sehingga membuat pesawat itu kesulitan untuk menembus atmosfer Bumi.

Sumber: okezone.com

JUDUL POSTINGAN

Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur

 Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sekto...