Pesawat Latih Jatuh di Surga Wisata Selandia Baru

Minggu, 05 September 2010 07:08 WIB

        REPUBLIKA.CO.ID, Wellington--Sembilan orang, termasuk empat orang asing, tewas ketika sebuah pesawat skydiving jatuh dan terbakar di sebuah tempat wisata populer Selandia Baru pada hari Sabtu, kata para pejabat. Pesawat itu jatuh di dekat landasan udara di Fox Glacier, daya tarik wisata di negara itu, yang dinobatkan Unesco sebagai salah satu Warisan Dunia di pantai barat Selandia Baru. Seorang juru bicara polisi menyatakan di antara korban tewas itu adalah pilot, empat orang Selandia Baru dan wisatawan dari Irlandia, Inggris, Australia, dan Jerman tanpa merinci usia atau gender masing-masing. Rincian awal dari tragedi itu tidak jelas karena keterpencilan daerah, tetapi juru bicara polisi mengatakan pesawat meledak dan terbakar tak lama setelah jatuh. Menteri Transportasi Selandia Baru Stephen Joyce mengatakan pesawat yang mengalami kecelakaan di Selandia Baru itu merupakan yang pertama terjadi sejak sebuah pesawat sewaan jatuh saat mendarat di dekat Christchurch pada tahun 2003 yang menewaskan delapan orang. Seorang pejabat Australia mengatakan seorang pria 18 tahun dari negara tenggara Victoria ada di antara mereka yang tewas ketika pesawat jenis Fletcher FU24 itu jatuh. "Pesawat jatuh ketika mencoba lepas landas, menewaskan pilot, empat instruktur skydiving dan tiga wisatawan asing lainnya," juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan.

Sumber: The Straits Times

Pesawat Wisata Jatuh, Polisi Nepal Lakukan Penyelidikan

KATHMANDU - Sekitar 19 orang dikabarkan tewas saat sebuah pesawat kecil jatuh saat hendak mendarat di Kathmandu, Nepal. Pihak regu penyelamat saat ini tengah mengevakuasi jenazah korban kecelakaan tersebut. Pesawat berjenis Beechcraft ini baru saja kembali dalam perjalanan wisata saat menabrak tebing Gunung Everest. Akibat tabrakan tersebut, pesawat milik Budha Air ini pun hancur berkepin-keping. Puing-puing dari pesawat nahas itu ditemukan di sekira 12 kilometer dari bandara Nepal. Diketahui, saat kecelakaan terjadi pesawat itu dipenuhi dengan 16 penumpang dan tiga awak pesawat. Tiga awak pesawat itu dipastikan berkewarnegaraan Nepal begitupun dua penumpang lainnya. Sementara 10 penumpang lainnya berkewargenaraan India, dua warga negara AS dan seorang warga negara Jepang. "Kami melihat pesawat tersebut mendekat sebelum akhirnya kecelakaan terjadi," ungkap Kepala Operasional Bandara Internasional Tribhuvan Purusottam Shakya seperti dikutip CNN, Senin (26/9/2011). Pemerintah Nepal pun langsung melakukan penyelidikan atas jatuhnya pesawat ini. Menurut seorang saksi, pesawat itu terbang disaat langit sedang dipenuhi dengan kabut tebal di wilayah Badegaun. Pihak Otoritas Penerbangan Sipil Nepal Rishikesh Sharma mengatakan, pesawat nahas itu sebelumnya kehilangan kontak dari Bandara Tribhuvan. Pihak bandara tidak dapat menghubungi pesawat setelah 42 menit lepas landas. Kecelakaan ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di dekat Gunung Everest. Sebelumnya pada Agustus lalu, 14 orang tewas saat kecelakaan serupa terjadi.
okezone.com

The Antonov An-140

Koneksi Wi-Fi Pada Penerbangan American Airlines

Needs of today's Internet has become one of the important needs in life. Because as we know, not just information but here we can get a variety of easy access to various things. At American Airlines, offered through the Wi-Fi connection for almost any type of aircraft. Announcement that there will be expansion of the wireless setup in about 300 aircraft fleet. For the Boeing 767-200 aircraft has been able to support Wi-Fi from AA, while for 300 aircraft MD-80 and Boeing 737-800 will also support Wi-Fi from AirCell. After going through a trial for 6 months in two aircraft companies, using Wi-Fi connectivity will be able to offer convenience to stay connected to home, office or wherever else when you are traveling. And it gains a flight with Wi-Fi equipped to attract potential passengers. In flight using a fleet of American aircraft, the internet will be activated once the aircraft reached an altitude of about 10,000 feet and the Internet should be switched off again before the plane down. Gogo, one of the company's Wi-Fi providers in the U.S. which is a third party of AirCell cost around $ 9.95, or about 120 thousand dollars for trips that are closer than a distance of 1150 miles and will cost around $ 12.95, or about 144 thousand dollars to travel further. Expected by the Wi-Fi connection will be able to increase the potential of new passengers who have a special notebook or mobile device

JUDUL POSTINGAN

Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur

 Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan sekto...