Ottawa, Kanada - Dua eksekutif senior Research In Motion (RIM) yang mabuk-mabukan di pesawat komersial hingga memaksa pesawat mendarat darurat, akhirnya dipecat.
"RIM
mengharapkan para karyawannya menjunjung sikap yang mencerminkan
prinsip dan standar perilaku bisnisnya yang kuat," demikian pernyataan
RIM seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Selasa (6/12/2011).
Secara
tegas dikatakan RIM, pihaknya tidak mentolerir perilaku yang
bertentangan dengan undang-undang. Perusahaan asal Kanada ini
mengharuskan setiap karyawannya bertindak hormat dan mencerminkan
integritas kapan pun.
"Kedua karyawan yang terlibat dalam insiden ini tak lagi bekerja di RIM," putus produsen Blackberry ini.
Ulah
George Campbell dan Paul Alexander, dua karyawan RIM tersebut, membuat
pengadilan menjatuhkan denda sekitar USD 71 ribu. Sebelumnya, RIM juga
sudah memberikan sanksi kepada mereka.
Air Canada, maskapai
penerbangan yang dirugikan atas insiden ini pun memasukkan keduanya
dalam 'daftar hitam' untuk tidak diterima terbang selama satu tahun.
Selain itu, masing-masing diminta membayar denda USD 35 ribu.